Anak jalanan, baik merka yang hidup di jalanan maupun mereka yang hanya bermain dan bekerja di jalanan, adalah suatu masalah yang dihadapi banyak bangsa di dunia. Mereka adalah generasi penerus bangsa, namun bila dibiarkan terus – menerus hidup di jalan, dikhawatirkan kehidupan mereka akan suram. Itulah sebabnya, banyak pihak yang memberi perhatian kepada mereka, termasuk gerakan kepanduan sedunia (World Organization of Scout Movement). Misalnya, upaya yang dilakukan biro kepanduan kawasan Asia-Pasifik (World Scout Bureau-Asia Pacific Region) yang berkantor di Manila, yang telah mencari seponsor untuk menyelenggarakan workshop (lokakarya) tentang anak jalanan bekerja sama dengan Boy Scouts of Philippines (BSP).
Acara yang diadakan di gedung BSP di wilayah Ermita, Manila, 4 – 6 Desember 2006 lalu itu, diikuti oleh para perwakilan kepanduan dari Banglades, India, Indonesia, Nepal, Srilangka, dan tuan rumah Filipina. Dri Bangladesh hadir 1 orang, dari India dan Indonesia masing – masing 2 orang, dari Nepal dan Srilangka masing – masing 1orang, dan Filipina 11 orang. Dlam lokakarya yang materinya diberikan oleh sejumlah pakar berpengalaman, seprti Anne Whiteford (Biro kepanduan Sedunia di Jenewa, Swiss). Peter Blatch (Ketua Subkomite Sumberdaya Orang Dewasa Kepanduan Asia-Pasifik), Peter Newma (spesialis penanganan anak jalanan kepanduan Kenya), serta sejumlah staf Biro Kepanduan Kawasan Asia-Pasifik. Dari Gerakan Pramuka yang hadir adalah Berthold Sinaulan, pembantu Andalan Nasional bidang Kehumasan, serta Nurrochmah Yuliatiningsih, staf Biro Pengabdian Masyarakat & Humas Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Hasil Workshop itu antara lain menetapkan 6 negara peserta. Manila, Banglades, India, Indonesia, Nepal, Srilangka, Filipina, sebagai proyek percontohan (pilot project) kegiatan kepanduan untuk anak – anak jalanan. Anak jalanan yang berusia sampai 16 tahun, akan diajak untuk kegiatan kepanduan. Tiap peserta workshop diminta untuk membentuk satu ppasukan Penggalang (di Indonesia usianya adlah 11-15 tahun) yang terdiri dari sedikit dua regu. Satu regu terdiri dari 6 sampai 10 anak. Para peserta workshop juga sepakat bahwa perlu penanganan khusus untuk mengajak anak – anak jalanan itu agar mau diajak bergabung, merka akan dilatih beragam ketrampilan untuk untuk memberbaiki kualitas hidup mereka, melalui beragam kegiatan kepanduan. Setelah 6 bulan berlatih dalam kepanduan, diharapkan anak-anak jalanan itu sudah mencapai tingkatan paling awal dari golongan Pramuka Penggalang, yang di Indonesia dikenal dengan nama Penggalang Ramu. Gerakan Pramuka sendiri telah menetapkan akan menyelenggarakan kegiatan bagi anak-anak jalanan sebagai Gift for Peace dai Indonesia dalm rangka 100 tahun gerakan Kepanduan Sedunia Pada 2007. Tiap – tiap organisasi kepanduan dari tiap Negara anggota World Organaization of Scout Movement (WOSM), telah diminta untuk menyelenggarakan kegiatan Giftfor Peace, berupa sebuah kegiatan sejenis bakti masyarakat, sebagai “persembahan perdamaian” kepanduan sedunia dalam rangka seabad organisasi pendidikan bagi anak-anak dan remaja di luar lingkungan keluarga dan di luar lingkungan sekolah itu.
Harap dalam cemasq
Tangisq tlah terhenti sejenak
Ketika q sandarkan ragaq dalam ragamu
Tersentak manis dalam kesunyian
Ketenangan mulai merogoh keheningan
Kecupan manismu,,,,,,,,,,,,,,
Pelukan manismu,,,,,,,,
sebuah kesetiaan ,,
dan kesetiaanmu….
Tak selepas kataku
Tak menjamu sebuah penghujaman
Tak segores rasa abadi yang terkuak
Hanya cemas dalam sanubari……….
Q takut cintaq akan membunuhmu
Tak abadi dalam kesetiaan
Karna q yakin tak sepenuhnya
Cintaq berkobar untukmu
Dirinya masih dihatiq
Dan cinta mu belum menumbuh dihatiq
Hanya rasa senang dihatiq
Bukan cinta……………
Selepas dia pergi
Q bimbang untuk mencinta
Q takut menyakiti…..
Namun q terbebani…………….
Karnaq masih mencintainya
Mala an-goen
02 feb ‘10
sejatinya cinta dalam ikhlas
Ikhlas, terjulur tangan dalam tangis….
Kemarin lisan tlah ternganga akaan janji
Namun itu tlah jadi leburan air mata.
Tersenyum tapi murka….
Cinta- cinta itu tlah tergores..
Ayat- ayat melantun jelas
Dan bisikan mu menembus telinga
Tangan tlah terlepas…
Kau pergi akan rakitan kasih
Dan kau kembali akan putaran nadzar
Aku tidak bermimpi…kan TUHAN..????
Aq tak ingin teteskan air mata ni…
Tuhan beri aq keikhlasan akan cintanya…………..
Dan pergi akan kebahagiaan
Meski masa lalu tlah membentengi lukisan dalam jalanku
Aq ingin mencium ikhlasnya cinta mu tuhan…..
yang selalu menanti
Akan apakah jadinya
jika semua yang ku rasa tlah lelah merasa.
Akankah luka yang ku bawa jika keegoisan semakin menggabu dalam jiwa
Aku manusia bodoh………………!!!!!!!!!!!!!!!
Yang tak tau apa arti ikhlas.
Yang tak bisa menangis dan tertimpuh penuh salah.
Aku ingin semua tau,, aku ingin dia……
Bukan merana yang kan slalu merobek- robek rasa.
Tuhan setia atau matikah aku??????????/
Yang semakin lama ku rasa cinta itu penuh uji…
Kuatkah aku tuhan ?
Berdiri sendiri tanpa sandaran…
Tegak tapi hati terkikis…..
Tuhan sampaikan rasaku padanya………
Bila ku masih sayang n slalu setia menantinya untuk kembali…
Dalam suatu kebahagiaan yang ternanti
Hatiq hanya untukmu
Hati kian menjadi sunyi akan tiadanya engkau
Keruh-keruh dalam senyumku semakin adha…
Hari itu kau ucap sebuah ikrar diantara kegelisahan
Tanpa berpikir q ikut memendam………….
Namun sekarang telah mati…………………
Tanpa simpati kau tinggalkan harapan yang tak pasti
Ingin menangisi tapi hanya sebuah ambisi
Egois yang tak mati dari keterourukan………
Ku cari sebuah jawaban dari balik semu………
Tapi hanya optimis yang slalu menggebu
Dalam hatiq engkau tetap untukq,
Tiada desiran ikhlas selain cintaq untukmu……….
Coba dengarkan keluh resah akan hatiq………….
Kesetiaan cinta akan pergimu
Abadi akan semua ikrar yang twrucap……… dan kasih….
Q slalu menantimu dan mencintaimu akan ikhlasq
1 komentar:
sangat lah setuju...
Posting Komentar